PEMANFAATAN TEKNOLOGI GADGET SEBAGAI SARANA
PENUNJANG PENDAPATAN MASYARAKAT DESA BAWANG KECAMATAN BAWANG
Karya Tulis Ilmiah
Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Dosen Pembimbing : Dr. Ali Trigiyatno, M. Ag

Disusun Oleh :
Rina Rifatul Haviah
2013116316
JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2020
ABSTRAK
Tujuan artike ini adalah untuk mengkaji tentang pemanfaatan
teknologi gadget sebagai sarana penunjang pendapatan masyarakat, sejauh
mana masyarakat memanfaatkan gadget untuk membantu malakukan aktivitasnya. Kehadiran
gadget telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan sehari-hari,
gadget sebagai media pencarian informasi, melakukan interaksi, mendapatkan
hiburan, sarana pembelajaran, bahkan hingga untuk keperluan kegiatan berbisnis
online. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sangat
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat apa lagi saat pandemic seperti sekarang
ini. Gadget adalah salah satu produk dari teknologi yang telah mengubah
perilaku masyarakat dengan menembus ruang dan waktu. Orang yang berjarak ribuan
kilo meter bisa saling berkomunikasi, bisa beriteraksi, melakukan kegiatan
bisnis, saling, menatap lawan bicaranya dengan media gadget. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
dengan melakukan survey pemantauan lapangan dan kajian pustaka dari berbagai
literature yang berkaitan dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa manfaat gadget mempengaruhi pendapatan masyarakat Desa
Bawang Kecamatan Bawang. Manfaat yang sudah dirasakan oleh masyarakat yaitu
dengan cara melakukan jual beli berbasis online yang dilakukan menggunakan gadget,
hal ini dilakukan bukan semata mata hanya untuk kesenangan masyarakat melainkan
untuk mendapatkan penghasilan ditengah pandemi covid-19.
Kata Kunci: Teknologi, Gadget, Pendapatan, Masyarakat.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyebaran virus corona yang masif
menyebabkan sebagian besar aktivitas masyarakat lumpuh, ditengah pelemahan
ekonomi pelaku bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu membekali diri dengan
berbagai pengetahuan, keunggulan local serta teknologi agar mampu mendapatkan
penghasilan ditegah pandemic ini. Salah satu teknologi terkini yang menjadi
solusi adalah gadget.
Perkembangan teknologi semakin berkembang
dengan pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi muncul dalam berbagai
macam jenis dan fitur dari teknologi selalu baru dari hari ke hari. Kebutuhan
teknologi merupakan salah satu kebutuhan penting saat ini. Hal ini disebabkan
karena teknologi sangat dibutuhkan untuk keperluan banyak hal. Gadget merupakan
salah satu bentuk nyata dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek) pada zaman sekarang dan mendatang. Tentunya dengan berkembangnya iptek,
hal ini sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia baik dari segi pola pikir
maupun perilaku. Bantuan teknologi seperti gadget dapat mempermudah kegiatan
manusia agar tidak memakan yang lama.[1]
Penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi dikatakan efektif apabila memberi nilai tambah pada penggunannya.
Nilai tambah tersebut tidak hanya sekedar memberi hiburan, melainkan berupa peningkatan
pengetahuan bahkan untuk kepentingan peningkatan ekonomi. Dulu, masyarakat
pedesaan hanya menjadi konsumen ataupun objek informasi. Dengan perkembangan
teknologi informasi, masyarakat desa juga menjadi subjek atau penyedia
informasi.[2]
Namun sekarang ini semua kegiatan dibatasi oleh pemerintah karena adanya
pandemic covid-19 yang mengakibatkan menurunnya kegiatan ekonomi, hal ini
dirasakan oleh masyarakat ke bawah termasuk para pedagang kecil. Banyak warung
yang harus tutup karena tidak ada pembeli yang datang karena takut dengan
pandemic ini dan juga peraturan pemerintah.
Ditengah pandemic seperti ini masyrakat
akan membutuhkan suatu teknologi seperti halnya gadget untuk membantu
memudahkan setiap kegiatan dimasyarakat. Kemajuan teknologi memberikan dampak
positif yang besar bagi para penggunanya dengan adanya gadget manusia dapat
dengan sangat mudah mencari informasi yang mereka butuhkan, juga mempermudah
dalam hal pekerjaan dengan adanya aplikasi-aplikasi yang canggih di dalam
gadget.[3]
Sekarang kita dapat memperoleh berbagai
informasi secara cepat dan akurat melalui internet yang ada digadget, malakukan
komunikasi dengan petani-petani kecil, dengan pelaku usaha lain, dengan
pembisnis lain, dengan segala keterbatsan yang mereka miliku agar pesan yang
disampaikan dapat diserap. Gadget ini juga bisa dimanfaatkan menjual produk
yang kita miliki dengan cara meng-up produk yang kita miliki kedalam senuah
aplikasi yang terdapat di dalam gadget. Hal ini dapat mempermudah pelaku usaha
atau petani untuk membeli barang yang diinginkan atau memjual barang yang akan
mereka jual, tanpa memakan tempat dan waktu yang lama banyak kegiatan dapat
terselesaikan jika menggunakan gadget.
Berdasarkan alasan tersebut penulis
tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang Pemanfaatan Teknologi Gadget
Sebagai Sarana Penunjang Pendapatan Masyarakat Desa.
HASIL DAN ANALISIS
A. Gambaran Umum Keadaan Masyarakat
1.
Keadaan Geografi
Dilihat dari Peta Wilayah Kabupaten Batang, Kecamatan
Bawang berbatasan dengan :
Ø
Sebelah Barat : Kecamatan Reban
Ø
Sebelah Utara : Kecamatan Tersono
Ø
Sebelah Timur : Kebupaten Kendal
Ø
Sebelah Barat : Kecamatan Banjar negara
Secara administratife Kecamatan Bawang terdiri dari 20
desa dengan letak kantor kecamatan berada di Desa Bawang. Berdasarkan data luas
wilayah Kecamatan Bawang mempunyai luas 7.384,506 Hektar atau 73,84 Kilometer
persegi.
Dari hasil laporan desa diperoleh data mengenai luas
lahan keadaan tahun 2016 untuk kecamatan Bawang seluruhnya seluas 7.384,506 ha
yang terdiri dari lahan sawah 1.691,410 ha dan lahan kering 5.693, 100 ha.
Gambar 1. Luas Laha Menurut Penggunaannya
di Kecamatan
Bawang, 2017.

a.
Batas Wilayah Kecamatan Bawang
Utara : Kecamatan Tersono
Timur : Kabupaten Kendal
Selatan : Kabupaten Banjarnegara
Barat : Kecamatan Reban
1) Jarak Wilayah Kecamatan Bawang
Barat ke Timur : ± 18,00 Km
Utara ke Selatan : ± 25,00 Km
2) Jarak Ibukota Kecamatan Bawang ke Ibukota Kecamatan Sekitarnya
Dari Bawang ke Batang :
± 29,00 Km
Dari Bawang ke Kendal :
± 39,00 Km
Dari Bawang ke Kota Pekalongan : ± 30,00 Km
Dari Bawang ke Kab. Pekalongan :
± 45,00 Km
Dari Bawang ke Kota Semarang :
± 71,00 Km
3) Jarak Ibukota Kecamatan Bawang ke Ibukota Kecamatan Sekitarnya
Dari Bawang ke Batang :
± 48,00 Km
Dari Bawang ke Semarang :
± 91,00 Km
Dari Bawang ke Pekalongan :
± 57,00 Km
Dari Bawang ke Reban :
± 11,00 Km
Dari Bawang ke Limpung :
± 17,00 Km
Dari Bawang ke Tersono :
± 18,00 Km
4) Ketinggian Rata-rata Kecamatan Bawang : ± 600-2500 Meter Diatas
Permukaan Laut.
2. Pemerintahan
Kecamatan Bawang pada tahun 2016terdiri
dalam 20 desa. Wilayah tersebut terdiri dari 88 dusun, 104 Rukun Warga (RW) dan
354 Rukun Tetangga (RT). Jumlah RT terbanyak dimiliki oleh Desa Surjo yaitu
sebanyak 32 RT, sedangkan yang paling sedikit dimiliki oleh Desa Pengempon,
yaitu sebanyak 9 RT. Jumlah perangkat desa di Kecamatan Bawang adalah sebanyak
209 orang. Kantor Kecamatan Bawang terletak di Jalan Raya Sukorejo-Limpung
Dusun Bawang, Desa Bawang Kode pos 51274.[4]
3. Penduduk dan Ketenegakerjaan
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah
penduduk kecamatan Bawang tahun 2016 adalah sebanyak 53.859 jiwa. Dari hasil
proyeksi tersebut diperoleh rasio jenis kelamin penduduk Kecamatan Bawang
dibawah 100 yaitu sebesar 101. 11 hal ini menggambarkan jumlah penduduk
laki-laki lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan.
Sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk
maka kepadatan penduduk dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2014-2016)
cenderung mengalami kenaikkan, pada tahun 2014 tercatat sebessar 717 jiwa, pada
tahun 2015 tercatat sebanyak 722 jiwa, dan pada tahun 2016 menjadi 730 jiwa.
Jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan
pemerataan penyebaran penduduk di tiap desa. Wilayah terpadat tercatat di Desa
Bawang sebanyak 2.940 jiwa dan terjarang penduduknya adalah Desa Pranten yaitu
179 jiwa.[5]
4. Sosial
Peningkatan pendidikan merupakan faktor
terpenting dalam pembangunan di Indonesia. Baik dilihat dari sudut pandang
penduduk sebagai objek pembangunan maupun sebagai subjek pembangunan.
Keberhasilan pembangunan di suatu daerah dapat ditengarai salah satunya dengan
tingginya tingkat pendidikan penduduknya. Tentunya hal ini tidak lepas dari
sara pendidikan yang tersedia di daerah tersebut.
Dibawah naungan Dinas Pendidikan, jumlah
sekolah SD sebanyak 40, dengan jumlah guru 329 orang dan murid 4.478 ; sekolah
SMP sebanyak 4, dengan jumlah guru 62 orang dan murid 1.279 ; sekolah SMA sebanyak
1 dengan jumlah guru 43 orang dan murid 689.
Sedangkan dibawah naungan Kementrian Agama,
jumlah sekolah MI sebanyak 6, dengan jumlah guru 54 orang dan murid 729;
sekolah MTs sebanyak 2, dnegan jumlah guru 46 orang dan murid 987 ; sekolah MA
sebanyak 1 dengan jumlah guru 15 orang dan murid 379. Disamping itu terdapat
SMP Swasta sebanyak 1 sekolah dengan jumlah guru 13 serta murid 268, serta SMK
Swasta sejumlah 2 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 38 orang dan murid
sebanyak 1.509 siswa.
Masih berkaitan dengan penduduk sebagai
obyek dan subyek pembangunan, kesehatan merupakan salah satu faktor yang perlu
diperhatikan oleh semua pihak, baik masyarakat umum maupun pemerintah. Peran
pemerintah dalam masalah pembangunan kesehatann masyarakat disini salah satunya
adalah sebagai penyedia fasilitas kesehatan berserta tenaga kesehatan.
Ketersediaan dan kemudahan memperoleh fasilitas kesehatan berdampak pada
semakin mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan medis secara baik.
Serana kesehatan yang ada antara lain
puskesmas perawatan 1 unit, poskesdes 16 unit. Sedangkan tenaga kesehatan yang
ada antara lain, dokter umum 3 orang, doter gigi 1 orang, perawat gigi 1 orang,
perawat 16 orang, bidan 33 orang.
Kesadaran akan pentingnya KB masyarakat
Bawang pada tahun 2016 menunjukkan adanya penurunan. Hal ini ditunjukkan dengan
menurunnya jumlah peserta KB aktif dari 10.330 pada tahun 2015 menjadi 9.666
peserta pada tahun 2016. Tren metode kontrasepsi yang dignakan secara umum
tidak mengalami perubahan. Metode kontrasepsi yang bersifat tidak permanen
diminati lebih banyak oleh peserta KB aktif dari pada metode kontrasepsi jangka
panjang (MKJP). Lebih spesifik metode suntik merupakan metode kontrasepsi yang
paling banyak digunakan, sementara MOP pesertanya paling sedikit.[6]
B. Teori
1. Teknologi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
teknologi memiliki arti, 1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu
pengetahuan terapan; 2) keseluruhan saran untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Secara harfiah teknologi berasal dari
bahasa Yunani “tecnologia” yang berarti pembahasan sistematik mengenai
seluruh seni dan kerajinan. Istilah tersebut memiliki akar kata “techne”
dalam bahasa Yunani kuno berarti seni (art) atau kerajinan (craft).
Dari makna harfiah tersebut, teknologi dalam bahasa Yunani kuno dapat
didefinisikan sebagai seni memproduksi alat-alat produksi dan menggunakannya.
Definisi tersebut kemudian berkembang menjadi penggunaan ilmu pengetahuan
sesuai dnegan kebutuhan manusia. Teknologi dapat pula dimaknai sebagai
“pengetahuan mengeni bagaimana membuat sesuatu (know-how of making things)
atau “bagaimana melakukan sesuatu”, dalam arti kemampuan untuk mengerjakan
sesuatu dengan nilai tinggi, baik nilai manfaat maupun nilai jualnya (Martono,
2012).[7]
2. Gadget
Gadget adalah sebuah media yanh dipakai sebagai
alat kemunikasi modern. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi
manusia, kini kegiatan komunikasi lebih maju dengan munculnya gadget.[8]
Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris
yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi
khusus. Gadget dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat
elektronik yang memiliki fungsi khusus setiap perangkatnya. Gadget memiliki
fungsi dan manfaat yang relative sesuai dengan penggunanya. Fungsi dan manfaat gadget
secara umum diantaranya[9]:
a) Komunikasi
Pengetahuan manusia semakin luas dan maju. Jika zaman
dahulu manusia berkomunikasi melalui batin, kemudian berkembang melalui tulisan
yang dikirimkan melalui pos. sekarang zaman era globalisasi manusia dapat
berkomunikasi mudah, cepat, praktis dan lebih efesien dengan menggunakan handphone.
b) Sosial
Gadget memiliki fitur yang banyak dan aplikasi yang
tepat untuk kita dapat berbagi berita, kabar, dan cerita. Sehingga dengan
menanfaatan tersebut dapat menambah teman dan menjalin hubungan kerabat yang
jauh tanpa harus menggunakan waktu relative yang lebih lama untuk berbagi.
c) Pendidikan
Seiiring berkembangnya zaman, sekarang belajar tidak
hanya terfokus dengan buku. Namun, melalui gadget kita dapat mengakses berbagai
ilmu pengetahuan yang kita perlukan. Tentang pendidikan, politik, ilmu
pengetahuan umum, agama, tanpa harus repot lagi pergi ke perpustakaan yang
mungkin jauh untuk dijangkau.
d) Ekonomi
Selain diatas tadi gadget juga memiliki banyak
aplikasi jual beli yang sudah disediakan didalamnya, untuk pelaku bisnis
sekarang ini gadget sangat dibutuhkan untuk menjual produk yang akan dipasarkan
serta di promosikan pula melalui gadget, sehingga dapat memudahkan pelaku
bisnis untuk menjalankan kegiatannya dan memperoleh pendapatan dari hasil
jualnya tersebut. Selain itu gadget juga sudah menyediakan aplikasi pembukuan
untuk keuangan, pembukuan ini biasanya dilakukan secara manual namun sekarang
sudah tersedia aplikasi jurnal pembukuan yang dibutuhkan bagi pelaku bisnis
untuk mengetahui pendapatan yang didapatkan ataupun omset yang sudah
dicapainya.
3. Pendapatan
Pendapatann adalah penerimaan bersih
seseorang, baik berupa uang kontan maupun natura. Pendapatan atau juga disebut
income dari seseorang wrga masyarakat adalah hasil penjualannya dari
faktor-faktor produksi yang dimilikinya pada sector produksi. Menurut Munandar
(2006), pengertian pendapatan adalah suatu penambahan asset yang mengakibatkan
beryambahnya owners equity, tetapi bukan karena penambahan modal baru dari
pemiliknya dan bukan pula merupakan penambahan asset yang disebabkan karena
bertambahnya liabilities.
Pendapatan masyarakat sebagaimana pemikiran
Rosyidi (2006: 100-101) adalah arus uang yang mengalir dari pihak dunia usaha
kepada masyarakat dalam bentuk upah dan gaji, bunga, sewa dan laba. Dan bahwa
pendapatan perseorangan (personal income) terdiri atas sewa upah dan
gaji, bunga, laba perusahaan buka perseroan, deviden dan pembayaran transfer. [10]
Menurut Tohar (2003) pendapatam
perseorangan adalah julah pendapatan yang diterima setiap orang dalam
masyarakat yang sebelum dikurangi transfer payment. Berbeda lagi menurut
Sukirno (2000) pendapatan merupakan unsur yang penting dalam sebuah usaha
perdagangan, karena dalam melakukan suatu usaha tentu ingin mengetahui nilai
atau jumlah pendapatan yang diperoleh selama melakukan usaha tersebut. Dalam
arti ekonomi, pendapatan merupakan balas jasa atas penggunaan faktor-faktor
produksi yang dimiliki oleh sector rumah tangga dan sector perusahaan yang
dapat berupa gaji/upah, sewa, bunga serta keuntungan/profit (Hendrik,2011).
4. Masyarakat
Masyarakat merupakan istilah yang sudah
lazim digunakan untuk menyebutkan kesatuan-kesatuan hidup manusia, baik dalam
tulisan-tulisan maupun bahasa sehari-hari. Dalam bahasa inggris istilah “society”
yang berasal dari bahasa latin yang berarti kawan. Masyarakat merupakan
sekumpulan manusia yang saling bergaul dan saling berinteraksi, (Antropologi FH
Unsrat 1990:30:32). M. M. Djojodinegoro guru besar Sosiologi UGM dalam bukunya
“Azas-azas Sosiologi” (1959:21) menyatakan konsep masyarakat dalam arti luas
adalah masyarakat Indonesia sedangkan masyarakat dalam arti sempit adalah
masyarakat adat serta identitas komunitas lain dan rasa loyalitas terhadap
komunitas yang besar sebagai suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu
wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat serta
terikat oleh suatu identitas kemunitas. Masyarakat adalag suatu kesatuan hidup
manusia yang bersifat mantap dan terikat oleh kesatuan adat dan rasa identitas
bersama.[11]
C. Hasil dan Analisis
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang
banyak yang menggunakan gadget, hal ini dapat dilihat dari setiap
masyarakat saat sedang melakukan aktivitas seperti halnya melakukan kegiatan
belajar mengajar, kegiatan belanja, kemudian khusunya kegiatan jual beli. Saat
pandemic seperti sekarang ini masyarakat sulit melakukan kegiatan aktivitas
seperti biasanya dikarenakan pembatasan kegiatan yang dikeluarkan pemerintah
demi memutus rantai penyebaran covid-19. Namun setelah mengenal gadget
masyarakat sudah tidak lagi bingung ataupun kesulitan dalam melakukan kegiatan
hal ini dapat dilakukan didalam rumah tanpa harus keluar rumah dan menjadi
lebih praktis.
Banyak juga diantara mereka yang melakukan
bisnis online menggunakan gadget ini, karena sistemnya yang fleksibel.
Masyarakat melakukan jualan dirumah dan membelinyapun dari rumah, transaksi
yang dilakukan dapat melalui m-banking, lalu mengirimkan barang menggunakan
jasa jemput barang ataupun juga bisa delivery order. Agar omset mereka semakin
meningkat, mereka juga berjualan masker, hand sanitizer, dan makanan serta
minuman herbal yang sekarang sedang dicari banyak oleh masyarakat. Pemanfaatan
gadget terus dilakukan oleh banyak masyarakat seperti halnya memanfaatkan
aplikasi seperti facebook. Whatsapp, instagram untuk menjual atau mempromosikan
produk yang akan dijual. Saat pandemic seperti sekarang ini maysrakat
memanfaatkan waktu lebih produktif untuk mendapatkan pemasukan melalui gadget
yang mereka miliki.
Kegiatan produkti yang masyarakat jalani
sekarang ini dilakukan untuk mendapatkan pengasilan, kegiatan yang dilakukan
masyarakat tersebut diantaranya:
a)
Menjual jamu atau minuman herbal
Jamu dan minuman herbal menjadi salah satu barang yang
paling dicari saat wabah seperti ini, mereka membuatnya dengan bahan-bahan yang
mudah dicari dan olah menggunakan bahan yang aman, mereka membuat foto yang
menarik dan mempromosikannya di media sosial yang mereka punya. Transaksi yang
dilakukan bisa menggunakan m-banking hal ini mempermudah masyarakat dalam
melakukan jual beli dengan memanfaatkan gadget.
b) Membuka bimbingan belajar secara online
Masyaraka telah memanfaatkan gadget yang mereka punya
untuk kegiatan bimbingan belajar online, materi yang akan diajarkan disampaikan
melalui aplikasi wa, dan forum belajar lainnya, hal ini juga dapat dilakukan
melalui vidia call untuk mempermudah komunikasi. Hal ini menjadi peluang bagi
masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari bimbingan belajar, transasi yang
dilakukanpun bisa melalui m-banking yang lebih efisien, tanpa harus keluar
rumah.
c) Menjual buah dan sayur
Disaat pandemic seperti sekarang ini masyarakat
menafaatkan peluang yang ada demi mendapatkan penghasilan yang mereka butuhkan.
Saat berbelanja ke supermarket sudah menjadi ribet karena aturan social
distancing, belanja lewat gadgetpun menjadi pilihan. Masyaakat memanfaatkan hal
ini dengan menanam sayur dan buah sendiri dan dijualnya melalui aplikasi jual
beli yang sudah tersedia di dalam gadget. Sayur dan buah yang dijual ini sangat
fresh karena langsung dipetik dari lahan petaninya sediri dan langsung dijual
siap antar ke tempat tujuan, tanpa harus menunggu pengemasan yang lama.
Masyarakat penjual sayur dan buah disini juga menyediakan jasa delivery order
dan tentunya selalu mengingat protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Seperti
biasa transasksi yang dilakukan bisa melalui m-banking.
d) Menjual masker kain
Memakai masker kini bukan hanya ditunjukan bagi orang
yang sakit, melainkan untuk semua masyrakat. Karena kelangkaan masker bedah
yang diprioritsakan untuk tenaga medis, maka masyarakat Kecamatn Bawang
memanfaatkan hal ini untu membuat masker kain yang nantinya akan mendapatkan
pengasilan dari hasil penjualannya. Kegiatan penjualan masker mereka lakukan
melalui media masa yang mereka punya dengan cara meng-up foto masker yang sudah
jadi dengan motif yang sangat beragam untuk menarik konsumen.
e) Jasa angkut barang
Jasa angkut barang ini menjadi salah satu pilihan
masyarakat untuk mendapatkan pengasilan. Cara kerja yang dilakukan adalah
melakukan promosi kepada para tetangga ataupun mempromosikan melakui gadget
media masa yang dimilikinya jadi mereka yang membutuhkan tahu jika ada jasa
angkut barang. Barang siapa yang ingin pindah kost ataupun rumah bisa lansung
menghubunginya melalui gadget jadi proses ordernya mudah. Hal ini mungkin
dianggap sepele oleh kebanyakan orang, namun hasil yang didapatkan dari jasa
ini lumanyan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat
diatas merupakan salah satu pemanfaatan teknologi gadget sebagai saran penunjang
mendapatan masyarakat di saat pandemic corona seperti saat ini. Hal ini dapat
dilihat dari hasil pengamatan penulis dalam melakukan penelitian, dalam
pengamatan ini menghasilkan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang
sudah memanfaatkan tekonologi gadget sebagai saran penunjang pendapatan melalui
aplikasi Facebook, Whatsapp, Instagram, Shopee dan sebaginya.
KESIMPULAN
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang
banyak yang menggunakan gadget, hal ini dapat dilihat dari setiap
masyarakat saat sedang melakukan aktivitas seperti halnya melakukan kegiatan
belajar mengajar, kegiatan belanja, kemudian khusunya kegiatan jual beli. Saat
pandemic seperti sekarang ini masyarakat sulit melakukan kegiatan aktivitas
seperti biasanya dikarenakan pembatasan kegiatan yang dikeluarkan pemerintah
demi memutus rantai penyebaran covid-19. Namun setelah mengenal gadget
masyarakat sudah tidak lagi bingung ataupun kesulitan dalam melakukan kegiatan
hal ini dapat dilakukan didalam rumah tanpa harus keluar rumah dan menjadi
lebih praktis.
Banyak juga diantara mereka yang melakukan
bisnis online menggunakan gadget ini, karena sistemnya yang fleksibel.
Masyarakat melakukan jualan dirumah dan membelinyapun dari rumah, transaksi
yang dilakukan dapat melalui m-banking, lalu mengirimkan barang menggunakan
jasa jemput barang ataupun juga bisa delivery order.
Kegiatan produktif yang dilakukan
masyarakat Kecamatan Bawang merupakan salah satu pemanfaatan teknologi gadget
sebagai saran penunjang mendapatan masyarakat di saat pandemic corona seperti
saat ini.
REFERENSI
Dekinus Kagoya, 2015, “Dampak Penggunaan Handphone
Pada Masyarakat Studi Pada Masyarakat Desa Piungun Kecamatan Gamelia”,
e-Journal Acta Diurna, Vol. 4, No. 4,.
Femy M.G. Tulusan dan Very Y. Londa, 2014, “Peningkatan
Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Di Desa Lolah 2 Kecamatan
Tobariri Kabupaten Minahasa”, Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, Vol. 1 No.
1, hlm. 93.
Junierisa Marpaung, 2018, “Pengaruh Penggunaan
Gadget Dalam Kehidupan”, Jurnal Kopasta, Vol. 5, No. 2, , hlm. 58.
Muhamad Ngafifi, 2014, “Kemajuan Teknologi Dan Pola
Hidup Mnusia Dalam Perspektif Sosial Budaya”, Jurnal Pengembangan
Pendidikan, Vol. 2, No. 1, hlm. 36.
Puji Asmaul Chusna, 2017, “Pengaruh Media Gadget
Pada Perkembangan Karakter Anak”, Dinamika Penelitian, Vol. 17, No. 2,
November, hlm. 318.
Ramdhana Witarsa, dkk, 2018, “Pengaruh Penggunaan
Gadgat Terhadap Kemauan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar”, Padagogik,
Vol. 6, No. 1, Februari, hlm. 10.
Risa Sunarsi dan Dinda Dirgahayu, 2015, “Pemanfaatan
Handphone Pada Masyarakat Pedesaan Di Desa Sukataris Kabupaten Cianjur”,
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 19, No. 1, April, hlm. 58.
Ramdhan Witarsa dkk, 2018, “Pengaruh Penggunaan
Gadet Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar” ,Pedagogic, Vol. 6, No. 1, Februari, hlm. 12.
Sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang
[1]
Ramdhana Witarsa, dkk, “Pengaruh
Penggunaan Gadgat Terhadap Kemauan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar”,
Padagogik, Vol. 6, No. 1, Februari 2018, hlm. 10.
[2]
Risa Sunarsi dan Dinda
Dirgahayu, “Pemanfaatan Handphone Pada Masyarakat Pedesaan Di Desa Sukataris
Kabupaten Cianjur”, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 19,
No. 1, April 2015, hlm. 58.
[3]
Junierisa Marpaung, “Pengaruh
Penggunaan Gadget Dalam Kehidupan”, Jurnal Kopasta, Vol. 5, No. 2, 2018,
hlm. 58.
[4] Sumber Badan Pusat Statistik
Kabupaten Batang
[5] Sumben Badan Pusat Statistik
Kabupaten Batang
[6] Sumber BADAN Pusat Statistik
Kabupaten Batang
[7] Muhamad Ngafifi, “Kemajuan
Teknologi Dan Pola Hidup Mnusia Dalam Perspektif Sosial Budaya”, Jurnal Pengembangan
Pendidikan, Vol. 2, No. 1, 2014, hlm. 36.
[8] Ramdhan Witarsa dkk, “Pengaruh
Penggunaan Gadet Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar” ,Pedagogic,
Vol. 6, No. 1, Februari 2018, hlm. 12
[9]
Puji Asmaul Chusna, “Pengaruh
Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak”, Dinamika Penelitian, Vol.
17, No. 2, November 2017, hlm. 318.
[10]
Femy M.G. Tulusan dan Very Y.
Londa, “Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Di
Desa Lolah 2 Kecamatan Tobariri Kabupaten Minahasa”, Jurnal LPPM Bidang
EkoSosBudKum, Vol. 1 No. 1, 2014, hlm. 93.
[11]
Dekinus Kagoya, “Dampak
Penggunaan Handphone Pada Masyarakat Studi Pada Masyarakat Desa Piungun
Kecamatan Gamelia”, e-Journal Acta Diurna, Vol. 4, No. 4, 2015.