Minggu, 21 Juni 2020

PEMANFAATAN TEKNOLOGI GADGET SEBAGAI SARANA PENUNJANG PENDAPATAN MASYARAKAT DESA BAWANG KECAMATAN BAWANG
Karya Tulis Ilmiah
Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Dosen Pembimbing : Dr. Ali Trigiyatno, M. Ag




Disusun Oleh :
Rina Rifatul Haviah
2013116316

JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2020



ABSTRAK

Tujuan artike ini adalah untuk mengkaji tentang pemanfaatan teknologi gadget sebagai sarana penunjang pendapatan masyarakat, sejauh mana masyarakat memanfaatkan gadget untuk membantu malakukan aktivitasnya. Kehadiran gadget telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan sehari-hari, gadget sebagai media pencarian informasi, melakukan interaksi, mendapatkan hiburan, sarana pembelajaran, bahkan hingga untuk keperluan kegiatan berbisnis online. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat apa lagi saat pandemic seperti sekarang ini. Gadget adalah salah satu produk dari teknologi yang telah mengubah perilaku masyarakat dengan menembus ruang dan waktu. Orang yang berjarak ribuan kilo meter bisa saling berkomunikasi, bisa beriteraksi, melakukan kegiatan bisnis, saling, menatap lawan bicaranya dengan media gadget. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan survey pemantauan lapangan dan kajian pustaka dari berbagai literature yang berkaitan dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat gadget mempengaruhi pendapatan masyarakat Desa Bawang Kecamatan Bawang. Manfaat yang sudah dirasakan oleh masyarakat yaitu dengan cara melakukan jual beli berbasis online yang dilakukan menggunakan gadget, hal ini dilakukan bukan semata mata hanya untuk kesenangan masyarakat melainkan untuk mendapatkan penghasilan ditengah pandemi covid-19.

Kata Kunci: Teknologi, Gadget, Pendapatan, Masyarakat.



PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Penyebaran virus corona yang masif menyebabkan sebagian besar aktivitas masyarakat lumpuh, ditengah pelemahan ekonomi pelaku bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu membekali diri dengan berbagai pengetahuan, keunggulan local serta teknologi agar mampu mendapatkan penghasilan ditegah pandemic ini. Salah satu teknologi terkini yang menjadi solusi adalah gadget.
Perkembangan teknologi semakin berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi muncul dalam berbagai macam jenis dan fitur dari teknologi selalu baru dari hari ke hari. Kebutuhan teknologi merupakan salah satu kebutuhan penting saat ini. Hal ini disebabkan karena teknologi sangat dibutuhkan untuk keperluan banyak hal. Gadget merupakan salah satu bentuk nyata dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada zaman sekarang dan mendatang. Tentunya dengan berkembangnya iptek, hal ini sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Bantuan teknologi seperti gadget dapat mempermudah kegiatan manusia agar tidak memakan yang lama.[1]
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dikatakan efektif apabila memberi nilai tambah pada penggunannya. Nilai tambah tersebut tidak hanya sekedar memberi hiburan, melainkan berupa peningkatan pengetahuan bahkan untuk kepentingan peningkatan ekonomi. Dulu, masyarakat pedesaan hanya menjadi konsumen ataupun objek informasi. Dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat desa juga menjadi subjek atau penyedia informasi.[2] Namun sekarang ini semua kegiatan dibatasi oleh pemerintah karena adanya pandemic covid-19 yang mengakibatkan menurunnya kegiatan ekonomi, hal ini dirasakan oleh masyarakat ke bawah termasuk para pedagang kecil. Banyak warung yang harus tutup karena tidak ada pembeli yang datang karena takut dengan pandemic ini dan juga peraturan pemerintah.
Ditengah pandemic seperti ini masyrakat akan membutuhkan suatu teknologi seperti halnya gadget untuk membantu memudahkan setiap kegiatan dimasyarakat. Kemajuan teknologi memberikan dampak positif yang besar bagi para penggunanya dengan adanya gadget manusia dapat dengan sangat mudah mencari informasi yang mereka butuhkan, juga mempermudah dalam hal pekerjaan dengan adanya aplikasi-aplikasi yang canggih di dalam gadget.[3]
Sekarang kita dapat memperoleh berbagai informasi secara cepat dan akurat melalui internet yang ada digadget, malakukan komunikasi dengan petani-petani kecil, dengan pelaku usaha lain, dengan pembisnis lain, dengan segala keterbatsan yang mereka miliku agar pesan yang disampaikan dapat diserap. Gadget ini juga bisa dimanfaatkan menjual produk yang kita miliki dengan cara meng-up produk yang kita miliki kedalam senuah aplikasi yang terdapat di dalam gadget. Hal ini dapat mempermudah pelaku usaha atau petani untuk membeli barang yang diinginkan atau memjual barang yang akan mereka jual, tanpa memakan tempat dan waktu yang lama banyak kegiatan dapat terselesaikan jika menggunakan gadget.
Berdasarkan alasan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang Pemanfaatan Teknologi Gadget Sebagai Sarana Penunjang Pendapatan Masyarakat Desa.



HASIL DAN ANALISIS

A.      Gambaran Umum Keadaan Masyarakat
1.         Keadaan Geografi
Dilihat dari Peta Wilayah Kabupaten Batang, Kecamatan Bawang berbatasan dengan :
Ø  Sebelah Barat     : Kecamatan Reban
Ø  Sebelah Utara    : Kecamatan Tersono
Ø  Sebelah Timur    : Kebupaten Kendal
Ø  Sebelah Barat     : Kecamatan Banjar negara
Secara administratife Kecamatan Bawang terdiri dari 20 desa dengan letak kantor kecamatan berada di Desa Bawang. Berdasarkan data luas wilayah Kecamatan Bawang mempunyai luas 7.384,506 Hektar atau 73,84 Kilometer persegi.
Dari hasil laporan desa diperoleh data mengenai luas lahan keadaan tahun 2016 untuk kecamatan Bawang seluruhnya seluas 7.384,506 ha yang terdiri dari lahan sawah 1.691,410 ha dan lahan kering 5.693, 100 ha.







Gambar 1. Luas Laha Menurut Penggunaannya
 di Kecamatan Bawang, 2017.

                                                                                                                             



a.        Batas Wilayah Kecamatan Bawang
Utara : Kecamatan Tersono
Timur : Kabupaten Kendal
Selatan : Kabupaten Banjarnegara
Barat : Kecamatan Reban

1)      Jarak Wilayah Kecamatan Bawang
Barat ke Timur : ± 18,00 Km
Utara ke Selatan : ± 25,00 Km
2)      Jarak Ibukota Kecamatan Bawang ke Ibukota Kecamatan Sekitarnya
Dari Bawang ke Batang                             : ± 29,00 Km
Dari Bawang ke Kendal                             : ± 39,00 Km
Dari Bawang ke Kota Pekalongan            : ± 30,00 Km
Dari Bawang ke Kab. Pekalongan              : ± 45,00 Km
Dari Bawang ke Kota Semarang                : ± 71,00 Km
3)      Jarak Ibukota Kecamatan Bawang ke Ibukota Kecamatan Sekitarnya
Dari Bawang ke Batang                             : ± 48,00 Km
Dari Bawang ke Semarang                         : ± 91,00 Km
Dari Bawang ke Pekalongan                      : ± 57,00 Km
Dari Bawang ke Reban                               : ± 11,00 Km
Dari Bawang ke Limpung                          : ± 17,00 Km
Dari Bawang ke Tersono                            : ± 18,00 Km
4)      Ketinggian Rata-rata Kecamatan Bawang : ± 600-2500 Meter Diatas Permukaan Laut.



2.      Pemerintahan
Kecamatan Bawang pada tahun 2016terdiri dalam 20 desa. Wilayah tersebut terdiri dari 88 dusun, 104 Rukun Warga (RW) dan 354 Rukun Tetangga (RT). Jumlah RT terbanyak dimiliki oleh Desa Surjo yaitu sebanyak 32 RT, sedangkan yang paling sedikit dimiliki oleh Desa Pengempon, yaitu sebanyak 9 RT. Jumlah perangkat desa di Kecamatan Bawang adalah sebanyak 209 orang. Kantor Kecamatan Bawang terletak di Jalan Raya Sukorejo-Limpung Dusun Bawang, Desa Bawang Kode pos 51274.[4]
3.      Penduduk dan Ketenegakerjaan
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk kecamatan Bawang tahun 2016 adalah sebanyak 53.859 jiwa. Dari hasil proyeksi tersebut diperoleh rasio jenis kelamin penduduk Kecamatan Bawang dibawah 100 yaitu sebesar 101. 11 hal ini menggambarkan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan.
Sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk maka kepadatan penduduk dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2014-2016) cenderung mengalami kenaikkan, pada tahun 2014 tercatat sebessar 717 jiwa, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 722 jiwa, dan pada tahun 2016 menjadi 730 jiwa. Jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan pemerataan penyebaran penduduk di tiap desa. Wilayah terpadat tercatat di Desa Bawang sebanyak 2.940 jiwa dan terjarang penduduknya adalah Desa Pranten yaitu 179 jiwa.[5]
4.      Sosial
Peningkatan pendidikan merupakan faktor terpenting dalam pembangunan di Indonesia. Baik dilihat dari sudut pandang penduduk sebagai objek pembangunan maupun sebagai subjek pembangunan. Keberhasilan pembangunan di suatu daerah dapat ditengarai salah satunya dengan tingginya tingkat pendidikan penduduknya. Tentunya hal ini tidak lepas dari sara pendidikan yang tersedia di daerah tersebut.

Dibawah naungan Dinas Pendidikan, jumlah sekolah SD sebanyak 40, dengan jumlah guru 329 orang dan murid 4.478 ; sekolah SMP sebanyak 4, dengan jumlah guru 62 orang dan murid 1.279 ; sekolah SMA sebanyak 1 dengan jumlah guru 43 orang dan murid 689.
Sedangkan dibawah naungan Kementrian Agama, jumlah sekolah MI sebanyak 6, dengan jumlah guru 54 orang dan murid 729; sekolah MTs sebanyak 2, dnegan jumlah guru 46 orang dan murid 987 ; sekolah MA sebanyak 1 dengan jumlah guru 15 orang dan murid 379. Disamping itu terdapat SMP Swasta sebanyak 1 sekolah dengan jumlah guru 13 serta murid 268, serta SMK Swasta sejumlah 2 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 38 orang dan murid sebanyak 1.509 siswa.
Masih berkaitan dengan penduduk sebagai obyek dan subyek pembangunan, kesehatan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh semua pihak, baik masyarakat umum maupun pemerintah. Peran pemerintah dalam masalah pembangunan kesehatann masyarakat disini salah satunya adalah sebagai penyedia fasilitas kesehatan berserta tenaga kesehatan. Ketersediaan dan kemudahan memperoleh fasilitas kesehatan berdampak pada semakin mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan medis secara baik.
Serana kesehatan yang ada antara lain puskesmas perawatan 1 unit, poskesdes 16 unit. Sedangkan tenaga kesehatan yang ada antara lain, dokter umum 3 orang, doter gigi 1 orang, perawat gigi 1 orang, perawat 16 orang, bidan 33 orang.
Kesadaran akan pentingnya KB masyarakat Bawang pada tahun 2016 menunjukkan adanya penurunan. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya jumlah peserta KB aktif dari 10.330 pada tahun 2015 menjadi 9.666 peserta pada tahun 2016. Tren metode kontrasepsi yang dignakan secara umum tidak mengalami perubahan. Metode kontrasepsi yang bersifat tidak permanen diminati lebih banyak oleh peserta KB aktif dari pada metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Lebih spesifik metode suntik merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan, sementara MOP pesertanya paling sedikit.[6]


B.       Teori
1.      Teknologi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi memiliki arti, 1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2) keseluruhan saran untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Secara harfiah teknologi berasal dari bahasa Yunani “tecnologia” yang berarti pembahasan sistematik mengenai seluruh seni dan kerajinan. Istilah tersebut memiliki akar kata “techne” dalam bahasa Yunani kuno berarti seni (art) atau kerajinan (craft). Dari makna harfiah tersebut, teknologi dalam bahasa Yunani kuno dapat didefinisikan sebagai seni memproduksi alat-alat produksi dan menggunakannya. Definisi tersebut kemudian berkembang menjadi penggunaan ilmu pengetahuan sesuai dnegan kebutuhan manusia. Teknologi dapat pula dimaknai sebagai “pengetahuan mengeni bagaimana membuat sesuatu (know-how of making things) atau “bagaimana melakukan sesuatu”, dalam arti kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan nilai tinggi, baik nilai manfaat maupun nilai jualnya (Martono, 2012).[7]
2.      Gadget
Gadget adalah sebuah media yanh dipakai sebagai alat kemunikasi modern. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia, kini kegiatan komunikasi lebih maju dengan munculnya gadget.[8]
Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus. Gadget dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus setiap perangkatnya. Gadget memiliki fungsi dan manfaat yang relative sesuai dengan penggunanya. Fungsi dan manfaat gadget secara umum diantaranya[9]:



a)      Komunikasi
Pengetahuan manusia semakin luas dan maju. Jika zaman dahulu manusia berkomunikasi melalui batin, kemudian berkembang melalui tulisan yang dikirimkan melalui pos. sekarang zaman era globalisasi manusia dapat berkomunikasi mudah, cepat, praktis dan lebih efesien dengan menggunakan handphone.
b)      Sosial
Gadget memiliki fitur yang banyak dan aplikasi yang tepat untuk kita dapat berbagi berita, kabar, dan cerita. Sehingga dengan menanfaatan tersebut dapat menambah teman dan menjalin hubungan kerabat yang jauh tanpa harus menggunakan waktu relative yang lebih lama untuk berbagi.
c)      Pendidikan
Seiiring berkembangnya zaman, sekarang belajar tidak hanya terfokus dengan buku. Namun, melalui gadget kita dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang kita perlukan. Tentang pendidikan, politik, ilmu pengetahuan umum, agama, tanpa harus repot lagi pergi ke perpustakaan yang mungkin jauh untuk dijangkau.
d)     Ekonomi
Selain diatas tadi gadget juga memiliki banyak aplikasi jual beli yang sudah disediakan didalamnya, untuk pelaku bisnis sekarang ini gadget sangat dibutuhkan untuk menjual produk yang akan dipasarkan serta di promosikan pula melalui gadget, sehingga dapat memudahkan pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatannya dan memperoleh pendapatan dari hasil jualnya tersebut. Selain itu gadget juga sudah menyediakan aplikasi pembukuan untuk keuangan, pembukuan ini biasanya dilakukan secara manual namun sekarang sudah tersedia aplikasi jurnal pembukuan yang dibutuhkan bagi pelaku bisnis untuk mengetahui pendapatan yang didapatkan ataupun omset yang sudah dicapainya.



3.      Pendapatan
Pendapatann adalah penerimaan bersih seseorang, baik berupa uang kontan maupun natura. Pendapatan atau juga disebut income dari seseorang wrga masyarakat adalah hasil penjualannya dari faktor-faktor produksi yang dimilikinya pada sector produksi. Menurut Munandar (2006), pengertian pendapatan adalah suatu penambahan asset yang mengakibatkan beryambahnya owners equity, tetapi bukan karena penambahan modal baru dari pemiliknya dan bukan pula merupakan penambahan asset yang disebabkan karena bertambahnya liabilities.
Pendapatan masyarakat sebagaimana pemikiran Rosyidi (2006: 100-101) adalah arus uang yang mengalir dari pihak dunia usaha kepada masyarakat dalam bentuk upah dan gaji, bunga, sewa dan laba. Dan bahwa pendapatan perseorangan (personal income) terdiri atas sewa upah dan gaji, bunga, laba perusahaan buka perseroan, deviden dan pembayaran transfer. [10]
Menurut Tohar (2003) pendapatam perseorangan adalah julah pendapatan yang diterima setiap orang dalam masyarakat yang sebelum dikurangi transfer payment. Berbeda lagi menurut Sukirno (2000) pendapatan merupakan unsur yang penting dalam sebuah usaha perdagangan, karena dalam melakukan suatu usaha tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang diperoleh selama melakukan usaha tersebut. Dalam arti ekonomi, pendapatan merupakan balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh sector rumah tangga dan sector perusahaan yang dapat berupa gaji/upah, sewa, bunga serta keuntungan/profit (Hendrik,2011).



4.      Masyarakat
Masyarakat merupakan istilah yang sudah lazim digunakan untuk menyebutkan kesatuan-kesatuan hidup manusia, baik dalam tulisan-tulisan maupun bahasa sehari-hari. Dalam bahasa inggris istilah “society” yang berasal dari bahasa latin yang berarti kawan. Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang saling bergaul dan saling berinteraksi, (Antropologi FH Unsrat 1990:30:32). M. M. Djojodinegoro guru besar Sosiologi UGM dalam bukunya “Azas-azas Sosiologi” (1959:21) menyatakan konsep masyarakat dalam arti luas adalah masyarakat Indonesia sedangkan masyarakat dalam arti sempit adalah masyarakat adat serta identitas komunitas lain dan rasa loyalitas terhadap komunitas yang besar sebagai suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat serta terikat oleh suatu identitas kemunitas. Masyarakat adalag suatu kesatuan hidup manusia yang bersifat mantap dan terikat oleh kesatuan adat dan rasa identitas bersama.[11]

C.      Hasil dan Analisis
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang banyak yang menggunakan gadget, hal ini dapat dilihat dari setiap masyarakat saat sedang melakukan aktivitas seperti halnya melakukan kegiatan belajar mengajar, kegiatan belanja, kemudian khusunya kegiatan jual beli. Saat pandemic seperti sekarang ini masyarakat sulit melakukan kegiatan aktivitas seperti biasanya dikarenakan pembatasan kegiatan yang dikeluarkan pemerintah demi memutus rantai penyebaran covid-19. Namun setelah mengenal gadget masyarakat sudah tidak lagi bingung ataupun kesulitan dalam melakukan kegiatan hal ini dapat dilakukan didalam rumah tanpa harus keluar rumah dan menjadi lebih praktis.
Banyak juga diantara mereka yang melakukan bisnis online menggunakan gadget ini, karena sistemnya yang fleksibel. Masyarakat melakukan jualan dirumah dan membelinyapun dari rumah, transaksi yang dilakukan dapat melalui m-banking, lalu mengirimkan barang menggunakan jasa jemput barang ataupun juga bisa delivery order. Agar omset mereka semakin meningkat, mereka juga berjualan masker, hand sanitizer, dan makanan serta minuman herbal yang sekarang sedang dicari banyak oleh masyarakat. Pemanfaatan gadget terus dilakukan oleh banyak masyarakat seperti halnya memanfaatkan aplikasi seperti facebook. Whatsapp, instagram untuk menjual atau mempromosikan produk yang akan dijual. Saat pandemic seperti sekarang ini maysrakat memanfaatkan waktu lebih produktif untuk mendapatkan pemasukan melalui gadget yang mereka miliki.
Kegiatan produkti yang masyarakat jalani sekarang ini dilakukan untuk mendapatkan pengasilan, kegiatan yang dilakukan masyarakat tersebut diantaranya:
a)         Menjual jamu atau minuman herbal
Jamu dan minuman herbal menjadi salah satu barang yang paling dicari saat wabah seperti ini, mereka membuatnya dengan bahan-bahan yang mudah dicari dan olah menggunakan bahan yang aman, mereka membuat foto yang menarik dan mempromosikannya di media sosial yang mereka punya. Transaksi yang dilakukan bisa menggunakan m-banking hal ini mempermudah masyarakat dalam melakukan jual beli dengan memanfaatkan gadget.
b)      Membuka bimbingan belajar secara online
Masyaraka telah memanfaatkan gadget yang mereka punya untuk kegiatan bimbingan belajar online, materi yang akan diajarkan disampaikan melalui aplikasi wa, dan forum belajar lainnya, hal ini juga dapat dilakukan melalui vidia call untuk mempermudah komunikasi. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari bimbingan belajar, transasi yang dilakukanpun bisa melalui m-banking yang lebih efisien, tanpa harus keluar rumah.
c)      Menjual buah dan sayur
Disaat pandemic seperti sekarang ini masyarakat menafaatkan peluang yang ada demi mendapatkan penghasilan yang mereka butuhkan. Saat berbelanja ke supermarket sudah menjadi ribet karena aturan social distancing, belanja lewat gadgetpun menjadi pilihan. Masyaakat memanfaatkan hal ini dengan menanam sayur dan buah sendiri dan dijualnya melalui aplikasi jual beli yang sudah tersedia di dalam gadget. Sayur dan buah yang dijual ini sangat fresh karena langsung dipetik dari lahan petaninya sediri dan langsung dijual siap antar ke tempat tujuan, tanpa harus menunggu pengemasan yang lama. Masyarakat penjual sayur dan buah disini juga menyediakan jasa delivery order dan tentunya selalu mengingat protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Seperti biasa transasksi yang dilakukan bisa melalui m-banking.
d)     Menjual masker kain
Memakai masker kini bukan hanya ditunjukan bagi orang yang sakit, melainkan untuk semua masyrakat. Karena kelangkaan masker bedah yang diprioritsakan untuk tenaga medis, maka masyarakat Kecamatn Bawang memanfaatkan hal ini untu membuat masker kain yang nantinya akan mendapatkan pengasilan dari hasil penjualannya. Kegiatan penjualan masker mereka lakukan melalui media masa yang mereka punya dengan cara meng-up foto masker yang sudah jadi dengan motif yang sangat beragam untuk menarik konsumen.
e)      Jasa angkut barang
Jasa angkut barang ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan pengasilan. Cara kerja yang dilakukan adalah melakukan promosi kepada para tetangga ataupun mempromosikan melakui gadget media masa yang dimilikinya jadi mereka yang membutuhkan tahu jika ada jasa angkut barang. Barang siapa yang ingin pindah kost ataupun rumah bisa lansung menghubunginya melalui gadget jadi proses ordernya mudah. Hal ini mungkin dianggap sepele oleh kebanyakan orang, namun hasil yang didapatkan dari jasa ini lumanyan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat diatas merupakan salah satu pemanfaatan teknologi gadget sebagai saran penunjang mendapatan masyarakat di saat pandemic corona seperti saat ini. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan penulis dalam melakukan penelitian, dalam pengamatan ini menghasilkan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang sudah memanfaatkan tekonologi gadget sebagai saran penunjang pendapatan melalui aplikasi Facebook, Whatsapp, Instagram, Shopee dan sebaginya.



KESIMPULAN
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Bawang banyak yang menggunakan gadget, hal ini dapat dilihat dari setiap masyarakat saat sedang melakukan aktivitas seperti halnya melakukan kegiatan belajar mengajar, kegiatan belanja, kemudian khusunya kegiatan jual beli. Saat pandemic seperti sekarang ini masyarakat sulit melakukan kegiatan aktivitas seperti biasanya dikarenakan pembatasan kegiatan yang dikeluarkan pemerintah demi memutus rantai penyebaran covid-19. Namun setelah mengenal gadget masyarakat sudah tidak lagi bingung ataupun kesulitan dalam melakukan kegiatan hal ini dapat dilakukan didalam rumah tanpa harus keluar rumah dan menjadi lebih praktis.
Banyak juga diantara mereka yang melakukan bisnis online menggunakan gadget ini, karena sistemnya yang fleksibel. Masyarakat melakukan jualan dirumah dan membelinyapun dari rumah, transaksi yang dilakukan dapat melalui m-banking, lalu mengirimkan barang menggunakan jasa jemput barang ataupun juga bisa delivery order.
Kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat Kecamatan Bawang merupakan salah satu pemanfaatan teknologi gadget sebagai saran penunjang mendapatan masyarakat di saat pandemic corona seperti saat ini.



REFERENSI

Dekinus Kagoya, 2015, “Dampak Penggunaan Handphone Pada Masyarakat Studi Pada Masyarakat Desa Piungun Kecamatan Gamelia”, e-Journal Acta Diurna, Vol. 4, No. 4,.
Femy M.G. Tulusan dan Very Y. Londa, 2014, “Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Di Desa Lolah 2 Kecamatan Tobariri Kabupaten Minahasa”, Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, Vol. 1 No. 1, hlm. 93.
Junierisa Marpaung, 2018, “Pengaruh Penggunaan Gadget Dalam Kehidupan”, Jurnal Kopasta, Vol. 5, No. 2, , hlm. 58.
Muhamad Ngafifi, 2014, “Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Mnusia Dalam Perspektif Sosial Budaya”, Jurnal Pengembangan Pendidikan, Vol. 2, No. 1, hlm. 36.
Puji Asmaul Chusna, 2017, “Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak”, Dinamika Penelitian, Vol. 17, No. 2, November, hlm. 318.
Ramdhana Witarsa, dkk, 2018, “Pengaruh Penggunaan Gadgat Terhadap Kemauan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar”, Padagogik, Vol. 6, No. 1, Februari, hlm. 10.
Risa Sunarsi dan Dinda Dirgahayu, 2015, “Pemanfaatan Handphone Pada Masyarakat Pedesaan Di Desa Sukataris Kabupaten Cianjur”, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 19, No. 1, April, hlm. 58.          
Ramdhan Witarsa dkk, 2018, “Pengaruh Penggunaan Gadet Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar ,Pedagogic, Vol. 6, No. 1, Februari, hlm. 12.
Sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang





[1] Ramdhana Witarsa, dkk, “Pengaruh Penggunaan Gadgat Terhadap Kemauan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar”, Padagogik, Vol. 6, No. 1, Februari 2018, hlm. 10.
[2] Risa Sunarsi dan Dinda Dirgahayu, “Pemanfaatan Handphone Pada Masyarakat Pedesaan Di Desa Sukataris Kabupaten Cianjur”, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 19, No. 1, April 2015, hlm. 58.
[3] Junierisa Marpaung, “Pengaruh Penggunaan Gadget Dalam Kehidupan”, Jurnal Kopasta, Vol. 5, No. 2, 2018, hlm. 58.
[4] Sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang
[5] Sumben Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang
[6] Sumber BADAN Pusat Statistik Kabupaten Batang
[7] Muhamad Ngafifi, “Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Mnusia Dalam Perspektif Sosial Budaya”, Jurnal Pengembangan Pendidikan, Vol. 2, No. 1, 2014, hlm. 36.
[8] Ramdhan Witarsa dkk, “Pengaruh Penggunaan Gadet Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar ,Pedagogic, Vol. 6, No. 1, Februari 2018, hlm. 12
[9] Puji Asmaul Chusna, “Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak”, Dinamika Penelitian, Vol. 17, No. 2, November 2017, hlm. 318.
[10] Femy M.G. Tulusan dan Very Y. Londa, “Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Di Desa Lolah 2 Kecamatan Tobariri Kabupaten Minahasa”, Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, Vol. 1 No. 1, 2014, hlm. 93.
[11] Dekinus Kagoya, “Dampak Penggunaan Handphone Pada Masyarakat Studi Pada Masyarakat Desa Piungun Kecamatan Gamelia”, e-Journal Acta Diurna, Vol. 4, No. 4, 2015.